Mempopulerkan Band Melalui Media Online

1_Gambar-Mempopulerkan Band Melalui Jalur OnlineKecanggihan teknologi internet terus bergerak dinamis dari waktu ke waktu. Di Indonesia, masyarakat pengguna internet mengalami booming dalam jumlahnya yang menaik pesat, ini disebabkan oleh kemudahaan seseorang untuk mengakses internet (Disebut:Online) untuk mencari informasi, berita, hiburan dan berbagai kepentingan lainnya. Sebab lainnya juga karena kehadiran beberapa situs jejaring sosial seperti friendster, myspace, facebook dan lainnya yang menjadi entertaiment tersendiri bagi penggunanya, belum lagi munculnya blog yang menjadi daya tarik orang untuk semakin mencintai kehadiran internet. Saat ini, masayarakat semakin mudah mengguakan akses internet, bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, baik itu dari handphone, warnet (Baca:Warung Internet), di rumah ataupun mengunakan fasilitas hotspot yang mulai menjamur dimana-mana.

Fenomena ini pun tak luput pula dari masyarakat musik yang semakin kerap melakukan online untuk membuka situs-situs musik baik lokal maupun internasional, tujuannya pun tidak hanya sekedar meng-update informasi atau berita seputar dunia musik, kebanyakan saat ini online juga melakukan pengunduhan, baik itu lagu, video ataupun foto-foto band/musisi yang digemarinya. Fenomena ini jelas memberi celah bagi para pelaku musik dalam rangka memasarkan atau mempromosikan karya musiknya secara online. Sebut saja website myspace, sebuah situs jejaring sosial yang ber-tagline A Place For Music yang diminati oleh banyak band lokal maupun internasional untuk menampilkan profile dan karya musiknya yang bertujuan agar musiknya dapat diketauhi dan dinikmati oleh masyarakat musik. Situs ini menjadi semacam barang wajib bagi band-band indie / pendatang baru yang ingin berpromosi memasuki ke dalam pasar industri musik. Tambah lagi maraknya penggunaan milis sebagai wadah bagi pemerhati, pelaku dan penggemar musik Indonesia dalam berdiskusi mulai dari peningkatan skill bermain alat musik, tukar info jual beli alat musik, manajemen band , promosi album, bahkan aspek hukum dalam dunia musik Indoensia itu sendiri.

Pada umumnya, sebuah band berkeinginan mendapatkan popularitas dan karya musiknya dapat dinikmati oleh masyarakat musik. Band-band papan atas di Indonesia turut memanfaatkan media online dengan membangun website sebagai wujud eksistensi, promosi, dan pengelolaan fans bagi bandnya, sebut saja Dewa (www.dewa19.com), Gigi (www.gigionline.com), Padi (www.sobatpadi.net), dan rentetatan lainnya. Media pemasaran onlline merupakan terobosan permasaran alternatif bagi Band dalam mempromosikan karya musiknya. Band tidak boleh ketinggalan dengan segala perkembangan yang telah terjadi. Ini merupakan sebuah media yang berbudget efisien, dimana Band tidak harus terbebani biaya promosi iklan yang dewasa ini sangatlah mahal. Seiring kemajuan teknologi internet, sudah banyak band-band baru yang membangun websitenya sebagai official website band itu sendiri, bahkan tidak tanggung-tanggung sudah banyak band juga yang memberikan gratis lagu-lagunya dalam bentuk mp3 secara online kepada masyarakat musik. Hal ini tidak terlepas disebabkan oleh semakin ketatnya kompetisi dalam industri musik Tanah Air.

Dalam hal ini, band harus bisa cermat memilih website musik mana yang benar-benar bermanfaat dan konsisten dalam mendukung jalur musik Indonesia. Adapun beberapa tips yang dapat diperhatikan, seperti:
1. Home Base website musik tersebut, apakah bersakala lokal, nasional ataupun
internasional.
2. Visi dan misi website music tersebut
3. Apakah website musik tersebut dikelola secara profesional (Sistematika kerja, update
info dan berita)
4. Benefit yang didapatkan Band ataupun Member yang ditawarkan oleh website music tersebut
(fitur-fitur yang tersedia, dll)
5. Jaringan / networking yang telah dikembangkan website musik tersebut.
6. Apakah aliran/ genre musik dalam website musik tersebut sesuai dengan aliran/ genre
yang akan diusung band terkait. Karena ada beberapa website music yang hanya fokus
kepada aliran / genre musik tertentu saja (Seperti Jazz, Rock, dll).
7. Pengembangan komunitas / member dalam website musik tersebut.

Penggunaan media pemasaran online tidaklah hanya memperhatikan bahwa media ini berbudget efisien, tetapi band perlu memperhatikan efektifitas terhadap hasil pemasaran online bagi band itu sendiri. Apakah hasilnya sudah benar-benar sesuai dengan keinginan. Perlu adanya ruang feedback yang bisa diisi oleh para pengunjung online dalam setiap official website band, website musik, situs jejaring sosial apapun yang telah dibuat Bandt tersebut. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk membangun dan mengelola komunitas / fans Band itu dan merupakan umpan balik bagi Band dalam memperbaiki performance dan kualitas karya musiknya ke depan.

Meskipun tidak menjadi solusi sepenuhnya, dimana pada dasarnya Band tetap harus bekerja menghasilkan karya-karya musiknya yang berkualitas dan agar dapat diterima oleh masyarakat musik. Mengingat media pemasaran adalah sebuah kemasan yang dirancang dan dibuat berupa cara yang bertujuan agar dapat lebih cepat dan mudah memasuki sebuah pasar yang dituju. Penggunaan media pemasaran online adalah bagaimana kita bisa memaksimakan keterbatasan, khususnya keterbataan finansial kita dalam mempromosikan sesuatu atas apa yang hendak ingin kita tawarkan.

Written by Regginaldo Sultan

Artkel ini pernah dimuat di website www.musiklu.com pada tanggal 12 Juli 2009.

Tinggalkan sebuah Komentar

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.